Cara Mencari Ide (Belum pernah dilakukan penulis lain)
Saat ini pasti semangat Anda sedang terbakar.
Mungkin juga Anda sudah siap dengan Lap top atau PC Anda. Tapi tunggu dulu,
langkah kedua ini pun kita belum membutuhkan PC. Anda hanya butuh selembar
kertas atau Handphone. Untuk apa? Untuk menuliskan ide /tema apa yang akan Anda
angkat sebagai bahan tulisan.
Apakah Anda seorang pekerja? Jika
ya, maka bekerjalah seperti biasa. Namun ingat! saat ini selain bekerja, Andajuga
adalah seorang penulis. Dan, sebagai seorang penulis, Anda harus bisa menangkap
ide untuk bahan tulisan dimanapun dan kapanpun. Apa pun yang dilihat, didengar,
haruslah bisa menginsfirasi. Baik berupa kebaikan, maupun itu berupa kesalahan.
Ada satu pertanyaan yang sempat
terlontar dari seorang sahabat. “Bagaimana sih caranya mencari tema dan tema
seperti apa yang bagus?”
Sebelum menjawab pertanyaannya, saya
menyuruhnya bertanya dulu ke beberapa orang penulis. Dan apa yang terjadi,
semua jawaban hampir sama. Tema harus baru dan segar. Saya tersenyum, “Emang
ada tema baru? “Pertanyaan itu terlontar begitu saja. Sahabat saya terdiam.
Tidak ada! Sampai kapan pun kita
tidak akan menemukan tema baru untuk bahan tulisan kita. Dari dulu entah sejak
kapan mulai ada dunia tulis-menulis, Tema selalu itu-itu saja, kalau tidak
romance yang komedi. Atau dipadukan keduanya jadi romance komedi. Novel Islami,
namun tetap ada sisi romatis dan cinta di dalamnya. Dan banyak lagi tema atau
ide lainnya. Yang semua itu merupakan modifikasi dari penulis terdahulu. Lantas
tema apakah yang harus kita angkat menjadi sebuah naskah?
Apa saja, cinta kek! Horor kek!
Religi kek! Romance kek! semuanya bisa. Namun sampaikanlah dengan cara yang
berbeda. Ingat, berbeda! untuk menjadi seorang penulis itu tidak harus lebih
pintar dari orang lain, tapi harus cerdik dan beda. Menulis itu tak ada bedanya
dengan memasak. Jika orang lain, memasak tahu goreng, maka Anda harus memasak
tahu dengan dipepes. Bahannya sama, namun bumbu dan cara masak beda. Begitupun
dengan menulis, tema/ ide boleh sama, namun, dengan penyampaian beda, maka
sudah pasti lebih menarik.
Misalnya, ketika banyak
penulis Religi mengangkat tema tokoh-tokoh serba baik, serba saleh dan cerdas,
lulusan Al Azhar, maka tugas Anda adalah membuat yang bertentangan dengan
penulis tersebut. Anda harus menulis tema religi dengan menceritakan dosa,
orang yang buta akan ilmu agama atau seorang pendosa. Ingat! Yang namanya novel
religi itu tidak harus menceritakan tentang kebaikan, menceritakan dosa pun
termasuk religi. Lebih mudahnya, jika orang lain menulis untuk mengajak pada
kebaikan, mengenal Allah, maka Anda harus menulis untuk mencegah kemungkaran,
mengenali Setan agar dapat terhindar dari tipu dayanya. Sebab, terkadang Allah
pun menunjukan suatu kebenaran dengan mengenalkan kita pada kesalahan.
Sampai sini sepakat?!
Contoh lain, jika orang
lain mengambil tema cinta dengan menceritakan orang yang sabar ketika
dikhianati, di lukai, maka Anda bisa mengambil tema sebaliknya. Ceritakanlah
tentang tokoh yang suka sekali mengkhianati, dendam karena di selingkuhi dll.
Atau, jika orang lain mengambil tema horor : menceritakan betapa takutnya
manusia terhadap Setan atau hantu. Maka Anda bisa membuat sebaliknya. Buatlah
cerita tentang betapa takutnya Setan atau Hantu
terhadap gadis SPG rokok. Hahaha.. Intinya sebagai penulis harus berani
bereksperimen berani tampil beda. Mencari gaya dan bahasa yang beda.
Bagaimana, sudah menemukan ide?
Masih belum juga?
Baiklah saya akan tunjukan di mana Anda
bisa dapat menemukan ide cerita yang menarik.
Noh! lihat di atas lemari. Biasanya
ada di bagian teratas. Kalau nggak, cari dalam lemari. Biasanya ditaruh di atas
tumpukan baju. Ya, Benar! Kitab suci. Buka, Iqro!Di
sana akan menemukan banyak sekali ide menarik untuk bahan tulisan. Saya kasih
contoh, untuk Umat Islam dalam (Al Qur’an Karim) Anda akan menemukan sebuah
cerita tentang Fir’aun. Semua pasti pernah mendengar, juga tentang cerita cinta
Adam dan Hawa, dan yang tak kalah menarik adalah kisah seorang manusia tampan
Yusuf yang digilai banyak wanita . Serta masih banyak lagi kisah kisah lainnya.
Bukan, berarti harus menulis ulang
kisah Fir’aun (itumah copas atuh) tapi Sifatnya yang mengakui diri sebagai Tuhan,
sangat layak dijadikan tema. Apakah boleh dan relevan jika kita angkat sebagai
ide tulisan?
Tentu saja. Ingat dan coba
perhatikan sekitar kita. Betapa banyak orang-orang yang menuhankan dirinya
sendiri, mengagungkan ilmu dan otaknya. Merasa semua yang dilakukan dan
dipikirkannya kebenaran mutlak. Tidak boleh ada satu orang pun yang berbeda
pemikiran dengannya. Mereka seolah orang-orang suci, bukankah tak ada bedanya
dengan Fir’aun yang mengaku dirinya sebagai Tuhan? (Semoga kita terhindar dari
sifat demikian). Nah, angkatlah tema seperti itu dalam karya tulis Anda. Paham
kan! Sudah pasti Anda manggut-manggut. Hehe. Bagi Anda non muslim pun bisa
mengambil dari kitab suci agama Anda. Caranya? sama seperti di atas tadi.
***
Lalu, apa lagi cara
mencari/mendapatkan tema yang baik dan disukai penerbit dan pembaca? Sebenarnya
sudah lama cara ini saya simpan. Namun tak apalah, untuk Anda saya buka. Begini,
ini cara pribadi saya dalam mencari ide. Cara yang paling mudah menurut saya.
Apakah itu?
Metode ini saya namakan dengan ‘jawab-
Tanya’ novel sebelumnya. Asingkan. Ya begitulah saya. Hehe. Tapi jika Anda
sudah memahaminya Insya Allah ini akan membuat Anda menjadi penulis kreatif.
Banyak ngomong ya saya Hahaha..
Oke, begini. Metode ‘Jawab -Tanya’
adalah sebuah cara mengambil tema dengan menjawab novel-novel yang sudah ada.
Tahukan Anda bahwa metode ini pun – jika diperhatikan - dipakai oleh Tere Liye.
Ya, saya anggap demikian karena hampir semua novel-novel Tere Liye saling
terikat satu sama lain meskipun hanya dari judul belaka. Perhatikan, ‘Bulan,
Matahari, Bumi” judul –judul ini sangat saling berkaitan karena dalam faktanya
benda-benda itu saling menyempurnakan. Gimana paham dengan metode ini?
tidaaak...
Baiklah, begini. Apakah Anda pernah
membaca Cerpen Sepotong Senja Untuk Sang Kekasih-nya Seno Gumira Aji Darma?
Jika masih belum, coba baca deh. Dan cerpen itu sukses menggemparkan dunia
sastra indonesia, maka beliau pun pun menjawab cerpen tersebut dengan sebuah
cerpen berjudul ‘Jawaban Naila’, Lalu ‘ Tukang Pos Dalam Amplop”. Nah itulah
salah satu metode Seno Gumira Aji Darma yang saya perhatikan dari
tulisan-tulisan beliau.
Lalu bagaimana cara Anda
mengamalkan metode ini? sangat mudah. Anda tinggal mengambil dan membaca salah
satu cerpen atau novel yang paling Anda suka. Misalnya Anda baca novel
‘Dosa-Dosa Terindah’ Karya Kurniawan Al Isyhad. Lalu setelah mebaca sampai
tuntas, renungkan apa isi novel tersebut. cari celah kosong dalam novel itu
yang belum diceritakan si penulis. Misalnya, di ending novel itu,
“Kahfi pulang. Namun sayang, kekasih yang sangat dicintai
dan dirindukanya ternayata telah menikah dengan pria pilihan orangtua si gadis.
Tapi Kahfi ikhlas.”
Nah, bagaimana cara menjawab ending
novel saya itu? Anda tinggal melanjutkan ceritanya dalam naskah yang Anda buat.
Nama dan karakter tokoh boleh sama. Seting pun boleh sama atau mau ada seting
dan nama tokoh tambahan itu lebih bagus. Nanti setelah naskah selesai, ubahlan
nama tokoh. Dan jreng! Naskah Anda pasti berbeda dengan novel saya meskipun
tanpa orang ketahui Anda sebenarnya hanya melanjutkan novel saya. Pahamkan?
Tidaaak...!
Kalau masih tidak paham dengan
metode ini, sebaiknya Anda nulis saja. Apa adanya yang di kepala. Dan jangan
berhenti sebelum berhasil menulis 10 halaman. Ini juga adalah salah satu cara
saya nulis. Ya, nulis saja dengan apa yang ada di kepala.
Itu hanya contoh saja bagaimana
cara menemukan ide yang menarik. Anda pun boleh mencari ide dari buku, atau
dari lagu. Maupun dari pengalaman diri sendiri. Terserah, apa yang menurut Anda
mudah dan menarik untuk mendapatkan ide, maka lakukan saja. Meskipun itu
menurut orang lain aneh dan mustahil. Namun jika saya boleh menyarankan, sebelum
mencari ide dari luar, maka carilah ide dari dalam diri Anda sendiri. Kenali
dulu diri sendiri.
Comments
Post a Comment