Jadi Penulis tapi Malas. Mati Sajaa...
“Sibuk itu apaan sih? Apakah ketika sambil berjalan kita
melirik kiri kanan, mendengar ini itu, bernafas, membaui, berbicara, tersenyum,
menggerakkan tangan, berpikir, merasa... disebut sibuk? Sibuk itu kenyataan atau hanya anggapan yg amat relatif?
Atau hanya alasan alias alat kemalasan? Ingat! dalam otak manusia terdapat puluhan aplikasi yang
bisa aktif sekaligus. Asal tak ada virus pengganggu. Seperti itulah demi waktu.” (Kang Acil)
Semangat telah dibakar, tema sudah tentukan,
maka langkah selanjutnya menuangkan tema tersebut melalui tulisan. Tapi
tunggu! saya tidak inginAnda tergesa-gesa. Santai saja, ngopi dulu. Sebelum
mulai menulis, Anda harus memanage waktu. Kenapa? Karena sekuat apa pun motivasi,
semenarik apa pun tema dalam benak, tanpa managemen waktu yang baik, maka semua
itu akan sia-sia. Di tengah perjalanan nanti banyak godaan, baik dari luar, mau
pun ujian dari dalam diri sendiri. Lalu bagaimana cara memperbudak waktu? Dalam
Bab ini saya membagi menjadi beberapa bagian, diantara :
-
Hari dan jam paling tepat mulai
menulis.
Semua hari adalah baik kecuali hari
itu di gunakan untuk hal yang sia-sia. Berleha-leha dan berbuat dosa. Tapi
dalam menulis ada hari terbaik. Kapankah itu? yaitu hari dan jam di mana Anda
ingin menulis. Kapan pun itu, ketika keinginan mulai muncul, maka segeralah
menulis, pagi siang bahkan malam, karena itu hari baik Anda, di mana pun, bahkan
di kamar mandi sekalipun saat sedang ngeden.
Keinginan akan membuat kita asik dan tidak terbebani.
-
Pembagian waktu untuk menulis.
Nah, disini mulai sedikit rumit, karena
sebagai manusia, tidak terkecuali saya, terkadang malas
datang tanpa diundang. Makanya, jika waktu tidak dimanage bukan tidak mustahil
kita akan berhenti menulis sebelum ending, atau waktu sudah di manage, tapi
kitanya terlalu malas, sama saja, makanya jika ingin menjadi penulis, Anda
harus disiplin.
Mudahnya begini. Semua orang diberi
jatuh waktu 24 jam dalam sehari semalam. Siapa pun dia, apa pun pekerjaannya,
sama 24 jam. Tapi kenapa ada orang sukses dan ada yang tidak. Jawabannya adalah
karena tidak semua orang bisa mengatur waktu dengan baik. Yang ada malah banyak
sebagiam manusia diperbudak waktu. Duh, saya jadi ingat salah satu surat dalam
Alquran,
“Demi Waktu,
sesungguhnya manusia ada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan
beramal Sholeh dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”
Anda pasti tahu surat ini. Benar! Al –Ashr.
Di sana Allah bersumpah menggunakan
kata masa/ waktu. Tentu tidak semata-mata Allah bersumpah menggunakan kata
waktu, jika ‘waktu’ tidak ada nilainya. Lalu, Dia pun berfirman bahwa manusia
ada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh Dan saling
menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”
Timbul pertanyaan, Kenapa Allah
mengecualikan orang-orang tersebut pada ayat tiga dan apa kaitannya dengan ‘waktu’
yang digunakan Allah bersumpah pada ayat pertama? Benar sekali, ternyata Anda
lebih cerdas dari saya. Karena mereka yang disebutkan dalam ayat ke tiga bisa
memanfaatkan waktu. Tak mungkin orang beriman berleha-leha tanpa melakukan
sesuatu yang bermanfaat. Mereka sibuk, beramalbaik langsung kepada Allah,
maupun beramal melalui sesama manusia dengan saling menasehati.
Lalu apa hubungannya dengan
menulis? Tentu saja sangat erat. Karena menjadi penulis, seperti saya katakan
di atas musti pintar mengatur waktu. Dan penulis yang baik juga tentu akan
selalu menulis sesuatu yang bermanfaat untuk sesama. Bukankah, ‘khoirunnas anfahum linnas’termasuk pada
mereka yang disebutkan dalam ayat ketiga Surat Al –Ashr tersebut! Jadi kenapa
masih ragu untuk menjadi penulis?
Kembali ke permasalahan waktu,
setiap manusia di beri waktu 24 jam dalam sehari semalam. Nah, coba kita bagi
24 jam itu menjadi tiga bagian dulu. Hasilnya, 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk
beribadah dan 8 jam untuk istirahat. ini pembagian garis besar saja ya, soal
makan, nonton tv, dll, pasti Andatahu, dimana letaknya berada.
Setelah dibagi tiga, maka ambilah
masing-masing satu jam. Nah disanalah Anda harus menulis. Contohnya, 8 jam
untuk bekerja itu, sempatkan satu jam untuk menulis. Ingat, menulis itu tidak
harus langsung di Lap top, Anda bisa menulis dulu di HP atau di kertas. Satu
jam yang kita ambil dari jatah bekerja itu bisa dilakukan ketika istirahat,
atau setiap santai. Menulis bisa dilakukan sambil makan, atau ngopi. Jadi tak
perlu cemas kehilangan waktu untuk makan dan minum. (lagian perut mulu diisi,
otak tuh isi! :D)
Begitu pun yang harus Anda lakukan
pada pembagian waktu untuk ibadah dan istirahat. Ambillah masing-masing satu
jam atau lebih untuk menulis. Cari waktu yang tepat dimana benar-benar merasa
nyaman. Sekali lagi, yang harus Anda ingat adalah, menulis itu bisa dilakukan
kapan saja dan dimana saja bahkan di kamar mandi sekalipun. Bagaimana caranya
menulis di kamar mandi saat buang hajat? Bawalah Handphone, dan menulislah. Itu
sering saya lakukan. (Nutup hidung)
Sampai disini ada pertanyaan?
Tidaaakk ....
Baguslah, karena ilmu saya cetek,
belum tentu siap menjawab pertanyaan cerdas Anda.
Jadi, berpikirlah sebagai penulis.
Seorang penulis tidak akan membiarkan ide menguap begitu saja tanpa merekamnya
baik dalam bentuk tulisan atau foto. Untuk menulis ide juga tidak perlu di
laptop, bisa saja Anda menuliskannya di secarik tulisan, atau di hp.
Manfaatkan waktu luang sebaik
mungkin. Misal, jika Anda seorang istri sekaligus ibu, Anda bisa menulis ketika
Suami bekerja dan sudah selesai mengurus anak, misalnya ketika Anak Anda sedang
tidur siang. Atau mungkin Anda seorang pekerja kantoran, Anda bisa menulis
sambil menikmati makan siang atau ketika sedang dalam waktu istirahat. Bahkan,
ada juga seorang penulis yang merancang outline dan menyusun narasi di kepala
seperti yang dilakukan Eka Kurniawan. Dan ketika dalam luang, maka tinggal
menuangkan apa yang ada di kepala ke dalam Word.


Comments
Post a Comment