Sebuah Catatan Tentang Novel "Namaku Hiroko" dan "Kau Bidadari Surgaku"
Apa yang dipikirkan oleh seseorang jika mendengar kata pelacur? Tentulah sesuatu yang berkaitan dengan yang buruk. Pelacur adalah perempuan yang menjual diri, wanita tunasusila. Bahkan terkadang cap pelacur juga disandangkan pada istri-istri simpanan sekalipun mereka tidak menjual diri. Apapun alasan dan tujuan hingga seorang perempuan mendapat cap tersebut, dalam nilai-nilai masyarakat dia tetap salah. Label buruk yang terlanjur melekat pada seseorang akan serta-merta menyudutkannya dalam pergaulan. Sekalipun masyarakat umum tidak turut menanggung konsekuensi perbuatannya. Tapi, begitulah. Pertobatan pun belum tentu bisa menghapus citra yang ada. Dalam sastra Indonesia, tidak sedikit novel yang bercerita tentang pelacuran. Di antaranya Namaku Hiroko karangan NH. Dini. Berikut ini saya menulis sedikit ulasan mengenai Namaku Hiroko dan novel Kau Bidadari Surgaku karangan Ade Kurniawan, seorang penulis pendatang baru. ANTARA HARTA, STATUS SOSIAL DAN CINTA Oleh: Zurnila Emhar Ch ...