Menulis Dengan Otak Kanan
Hallo teman-teman.
Saya akan berbagi sekaligus mempraktekan hasil riset saya selama ini. Yakni menulis dengan menggunakan otak kanan.
1. Kenapa harus menggunakan otak kanan ketika kita mulai menulis?
Ingat! Menulis (Fiksi) terutama adalah pekerjaan otak kanan. Karena definisi fiksi sendiri adalah sebuah kalimat atau sebut saja cerita yang mampu memancing daya imajinasi pembaca. Maka, sudah barang tentu juga dibutuhkan imajinasi tingkat tinggi ketika kita menyusun cerita tersebut.
Contoh novel fiksi yang sukses, Harry Potter, Cantik itu luka (eka kurniawan) sepotong senja untuk pacarku (SGA) dan masih banyak lagi.
Novel dan cerpen tersebut, jika diperhatika saksama, sangat mengcover imajinasi sebagai andalan. (Kita tinggalkan dulu soal data dan kelogisan. Kita bahas nanti)
2. Dengan mengandalkan fungsi otak kanan maka kita akan mendapat atau menghasilkan sebuah karya yang original tanpa intervensi apalagi unsur plagiat.
3. Dengan otak kanan juga kita akan menghasilkan sebuah naskah yang benar-benar beda.
4. Dengan otak kanan juga kita akan merdeka dalam berpikir dan berimajinasi.
5. Dengan otak kanan juga nantinya kita akan mengetahui apa dan bagaimana stlye kita dalam menulis.
Syarat sah menulis dengan otak kanan:
1. Buang semua buku yang pernah kau baca yang ada dalam kepalamu. Itu saja.
Praktek menulis dengan otak kanan:
1. Mulailah menulis dari organ tubuh bagian dalam / perasaan yang saat kau menulis sedang menguasai hatimu.
Contok kalimat awal dengan organ tubuh / panca indra.
*paru-paru ini terasa sesak. Katakata dan sikapmu bahkan lebih jahat dati nikotin yang tetkandung dalam rokok. Maka satu-satunya cara menyehatkan kembali hati dan perasaanku adalah berhenti mencintaimu. Tapi lagi-lagi tak semudah itu, karena desahan manja dan gerak erotismu telah menjadi candu di setiap malam-malamku. Maka melupakanmu sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
Contoh kalimat awal dengan konflik batin atau perasaan yang dominan kita rasa ketika menulis :
*Anjing! Baru kali ini aku dapati diriku sangat lemah. Bahkan hanya untuk membuatmu menyadari kesalahan saja aku tak becus! Dalil-dalil bodoh yang kau jadikan dalih terlalu radikal. Atau mungkin aku yang terlalu pengecut untuk melawan ego sentrismu? Ah, amarah yang menggelegak :
Nah itu contoh membuat kalimat pembuka mengandalkan fungsi otak kanan.
Lupakan aturan baku. Jangan berpikir harus begini dan begitu. Biarlah jarimu mengetik apa pun yang terlintas dalam pikiranmu. Jangan dibantah jangan dilawan.
Jangan menjadi orang lain. Percayalah apa yang terlintas dalam pikiranmu adalah baik untuk dijadikan cerita.
Nah begitu teman-teman. Dan siapa saja yang ingin mendapat bimbingan menulis dari nol sampai terbit mayor, atau butuh jasa Ghost writer bisa hubungi saya di inbok atau WA 082217237178
*yang mau copas tulisan ini tolong sertakan nama ©Kang Acil.

Comments
Post a Comment